WPFD 2018 : Pemutaran Film Silencio Forzado, AJI Solo Diskusikan Kasus-Kasus Pemberitaan

Memperingati World Press Freedom Day (Hari Kebebasan Pers Dunia), Kamis (3/5/2018), AJI Kota Solo (Kota Surakarta) menggelar nonton bareng (nobar) dan diskusi film Silencio Forcado (Forced Silence) di Monumen Pers Solo. Film ini dipilih karena sesuai dengan pesan yang mengingatkan terancamnya kebebasan pers di banyak negara.

Pemutaran film dimulai pukul 10.00 WIB dan dilanjutkan dengan diskusi tentang permasalahan yang dihadapi jurnalis saat bertugas.

Silencio Forcado merupakan film dokumenter berdurasi 25 menit yang berkisah tentang ekosistem jurnalistik di Meksiko. Sejumlah jurnalis yang pernah mengalami intimidasi, kekerasan, dan penculikan, membeberkan pengalaman buruk dalam menjalankan tugas jurnalistik mereka. Selain itu, beberapa anggota keluarga (istri dan anak) dari para jurnalis yang meninggal dunia akibat dibunuh oleh kelompok tak dikenal.

Mereka merupakan korban dari buruknya penegakan hukum di negara itu. Kesaksian mereka menyebut pemerintah Meksiko membiarkan impunitas bagi aparat hukum yang diduga terlibat dalam kekerasan terhadap jurnalis di negara itu. Para jurnalis di sana biasanya menjadi korban setelah berupaya menyentuh kasus-kasus kelompok pengedar narkoba yang diduga juga dilindungi oknum aparat dari berbagai level.

Ada kesaksian putra seorang jurnalis tentang pembantaian mengerikan yang menimpa keluarganya. Film ini juga menunjukkan sebuah potongan video dari seorang presenter stasiun televisi Televisa, Denise Maerker, yang terpaksa menghentikan tayangan programnya karena intimidasi.

“Tidak banyak yang bisa saya katakan tentang penyebab dibatalkannya tayangan program malam ini. Kami memberitahukan bahwa reporter media ini dan media lainnya diculik Minggu lalu,” kata Denise dalam film itu.

Seusai pemutaran film dokumenter tersebut, para peserta berdiskusi tentang tantangan kerja jurnalis di Indonesia khususnya Soloraya. Pengurus AJI Kota Solo kembali mencatat sejumlah masalah-masalah jurnalis yang bermunculan, baik yang terkait tim sukses calon kepala daerah, hingga kekerasan verbal di media sosial akibat pemberitaan.

Sejumlah masalah yang didiskusikan di antaranya diungkapkan salah satu jurnalis Tribunnews tentang dampak salah satu berita tentang mobil masuk jalur busway Jakarta yang sempat dikait-kaitkan dengan seorang politikus pada Desember 2017 lalu. Masalah lainnya adalah tentang dampak pemberitaan penyerangan terhadap salah satu kelompok suporter dalam pertandingan Liga 1 di Bantul belum lama ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *