Tag Archives: covid-19

Konsultasi Masalah Ketenagakerjaan Pekerja Media di Soloraya

Selama bulan April 2020 kami menerima laporan dari karyawan beberapa perusahaan media yang melakukan rasionalisasi atas nama dampak pandemi Covid-19. Ada perusahaan media yang melakukan pemotongan gaji, ada pula yang melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) sebagian pekerja.

Sebagian anggota AJI Solo juga telah menghadapi persoalan itu. Kami juga sempat memberi bantuan konsultasi untuk pekerja salah satu media.

Tidak ada yang bisa memperkirakan kapan situasi ini akan berakhir. Pandemi Covid-19 belum menunjukkan tanda-tanda berakhir hingga hari ini, sehingga efeknya terhadap para pekerja, khususnya industri media juga berpotensi terus berlangsung.

Kami membuka konsultasi bagi para pekerja media yang mengalami masalah ketenagakerjaan di tengah pandemi ini. Baik berupa pemotongan gaji, tunjangan, atau hak-hak lainnya hingga PHK.

Konsultasi ini akan fokus pada pemetaan kondisi, hak-hak karyawan, dan langkah apa saja yang bisa dilakukan pekerja media untuk mendapatkan haknya.

Silakan mengisi form berikut ini:

bit.ly/PekerjaMediaSolo

Surat Terbuka: Cegah Kerumunan, Hindari Konferensi Pers Tatap Muka

Kepada Yth
Bupati dan Wali Kota Se-Soloraya
di Tempat

Dengan hormat,
Semoga rahmat Allah SWT selalu menyertai kita semua. Organisasi Kesehatan Dunia telah menyatakan COVID-19 sebagai pandemi, dan Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah kasus dan korban jiwa yang terus bertambah.

Di tengah situasi krisis ini, media sangat dibutuhkan untuk memberikan informasi yang akurat dan mendidik publik, selain mengawal penanggulangan krisis. Namun di sisi lain, para wartawan khususnya yang bertugas di lapangan, menjadi sangat rentan terpapar infeksi virus corona baru (SARS-CoV-2) dan bisa menjadi penular ke orang lain, termasuk kepada keluarga.

Dengan latar belakang ini, sebagai organisasi profesi yang bertanggung jawab terhadap kebebasan informasi dan juga keselamatan jurnalis, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) telah menyusun Protokol Keamanan Liputan dan Pemberitaan Covid-19.

Salah satu tujuannya adalah agar wartawan/pekerja media bisa bekerja dengan aman dan selamat di tengah pandemi Covid-19. Di antaranya adalah pakai masker, menjaga jarak 1,5 meter dari orang lain, dan menghindari berdekatan dengan orang yang mengalami gejala flu.

Berkenaan dengan itu, kami meminta semua pihak yang selama ini berhubungan dengan wartawan, khususnya para kepala daerah dan pejabat lainnya, untuk mendukung prinsip tersebut. Dukungan yang kami harapkan adalah sebagai berikut:

1. Tidak melakukan konferensi pers dengan jarak yang berdekatan, baik jarak antara narasumber dengan wartawan maupun antar-wartawan.
2. Mengganti konferensi pers tatap muka langsung dengan metode lain, misalnya melalui video conference atau teleconference. Hal ini bisa dilakukan dengan berbagai aplikasi online, seperti Zoom atau Google Meet.
Metode ini telah dilakukan oleh berbagai pejabat publik di berbagai kota di Indonesia. Salah satu contohnya adalah Kepala Dinas Kesehatan Jateng Bapak Yulianto Prabowo yang telah menggunakan video conference untuk menjawab pertanyaan wartawan.
3. Menyediakan data-data yang dibutuhkan oleh wartawan secara transparan dalam bentuk digital (soft copy) sehingga bisa dibagikan secara cepat tanpa harus bertatap muka.

Demikian imbauan ini kami sampaikan. Besar harapan kami agar semua pihak mendukung protokol keamanan jurnalis tersebut demi bersama-sama mencegah penyebaran Covid-19.

Atas dukungannya, kami sampaikan terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya.

Surakarta, 20 April 2020
Hormat kami,

Pengurus AJI Kota Surakarta

Ketua
Adib Muttaqin Asfar

Sekretaris
Chrisna Chanis Cara

AJI Galang Donasi bagi Jurnalis Terdampak Covid-19

Kasus Covid-19 di Indonesia terus meluas dan sulit diprediksi kapan akan berakhir. Selain tenaga media, jurnalis merupakan profesi yang sangat rentan di masa pandemi ini karena kerap berada di garda depan dalam menjalankan fungsinya memberikan informasi kepada publik dan menjalankan kontrol sosial terhadap pemerintah.

Tak semua jurnalis Indonesia berstatus karyawan, yang ia mendapatkan upah bulanan. Cukup banyak jurnalis yang bukan karyawan, yaitu mereka yang berstatus kontributor, freelance dan semacamnya. Mereka tidak mendapatkan upah bulanan seperti yang berstatus karyawan, tapi sepenuhnya tergantung pada jumlah berita yang dimuat di media.

Di masa pandemi Corona seperti saat ini, cukup banyak jurnalis yang tak memiliki alat perlindungan diri (masker, hand sanitizer dll) yang memadai saat liputan. Ada yang tidak mendapatkan fasilitas tersebut dari perusahaan. Ada juga yang tak memilikinya karena keterbatasan ketiadaan barangnya. Situasi semacam itu tentu sangat membahayakan keselamatannya.

Dengan bekerja di lapangan, jurnalis juga sangat potensial terpapar Corona. Sejak wabah ini berlangsung, sudah ada beberapa laporan soal jurnalis yang diduga terinfeksi karena mewawancarai nara sumber yang belakangan dinyatakan positif Corona. Ada juga yang tak bisa tes dan harus melakukan isolasi mandiri selama 14 hari. Bagi jurnalis berstatus kontributor, isolasi mandiri –apalagi kalau sampai dirawat di rumah sakit– berarti tak ada penghasilan yang bisa didapatkan.

Untuk mendukung para anggota AJI yang jumlahnya 1.800 tersebar di 38 kota, AJI Indonesia menggalang donasi kepada sesama anggota dan juga publik melalui kegiatan bertajuk #SolidaritasKawanAJI.

Hasil penggalangan dana akan digunakan untuk (1) Pengadaan masker dan hand sanitizer, (2) Bantuan dana untuk jurnalis yang menjalani isolasi mandiri, dirawat karena berstasus ODP, PDP, dan positif Covid-19. Salurkan donasi Anda ke BRI Cab Cut Mutiah No Rek : 230-010-020-153-03 a/n Aliansi Jurnalis Independen.

Untuk pendataan, konfirmasi pengiriman donasi (bukti transfer) bisa dilakukan dengan cara:
1. Mengirim pesan melalui WhatsApp ke nomor 0812-8572-252, atau:
2. Mengirim email ke sekretariat@ajiindonesia.or.id dengan subyek “nama” spasi “#SolidaritasKawanAJI”, atau;
3. Mengisi Google Form

Sebagai bentuk pertanggungjawaban, nama donatur dan pemanfaatan dana donasi, akan diupdate secara reguler di website AJI www.aji.or.id, di bawah pengumuman ini. Jika ingin mendapatkan informasi tambahan, silakan kontak Abdul Manan 0818-948-316, Revolusi Riza 0813-3089-0467, Hesthi Murti 0878-8883-9543, Minda 0812-8572-252.

Berapapun donasi Anda, sangat berarti bagi jurnalis anggota AJI berstatus kontributor yang terdampak oleh wabah ini.

Jakarta, 10 April 2020

Abdul Manan, Ketua Umum
Revolusi Riza, Sekretaris Jenderal

Protokol Keamanan Liputan & Pemberitaan COVID-19

Organisasi Kesehatan Dunia telah menyatakan COVID-19 sebagai pandemi, dan Indonesia merupakan salah satu negara yang terpapar dengan jumlah kasus dan korban jiwa terus bertambah.

Di tengah situasi krisis ini, media sangat dibutuhkan untuk memberikan informasi yang akurat dan mendidik ke publik, selain juga melakukan tugas sebagai watchdog untuk mengawal penanggulangan krisis dengan baik.

Namun di sisi lain, pekerja media, khususnya yang bertugas di lapangan, termasuk termasuk yang sangat rentan terpapar penyakit yang dipicu infeksi virus korona baru (SARS-CoV-2) ini dan bisa menjadi penular ke orang lain, termasuk kepada keluarga.

Dengan latar belakang ini, sebagai organisasi profesi yang bertanggung jawab terhadap kebebasan informasi dan juga keselamatan jurnalis, kami menyusun Protokol Keamanan Liputan dan Pemberitaan COVID-19 bagi pekerja media di Indonesia agar bisa bekerja dengan aman dan selamat di tengah pandemi virus corona ini.

Selengkapnya download di sini:

https://drive.google.com/open?id=1_16N1aiLsM8gpyfA3B3CCM9rkENWK_28