All posts by admin

Blog resmi AJI Solo atau AJI Kota Surakarta. Kami adalah sebuah organisasi nonpemerintah dan independen yang terdiri atas para jurnalis berbagai media, blogger, awak media independen di Solo dan sekitarnya. Menjadi bagian dari jaringan AJI seluruh Indonesia, AJI Solo selalu berkampanye tentang kekebasan pers, kebebasan berekspresi, profesionalisme, dan kesejahteraan jurnalis.

Program Belajar & Liputan Jurnalisme Data: Memantau Kawasan Tanpa Rokok Solo

AJI Surakarta (Solo) Mengundang para jurnalis warga/ pers mahasiswa di Kota Solo dan sekitarnya untuk berpartisipasi dalam: Program Belajar dan Liputan Jurnalisme Data bertema “Memantau Implementasi Kawasan Tanpa Rokok di Solo”.

Program ini bertujuan untuk menambah kapasitas para jurnalis warga, pers mahasiswa, blogger, dan sebagainya tentang jurnalisme data dalam mengawal hak-hak publik terkait kawasan tanpa rokok di Solo.

Program ini diperuntukkan bagi 20 orang jurnalis warga/ anggota pers mahasiswa di Kota Solo dan sekitarnya. Para peserta akan mengikuti beberapa kegiatan sebagai berikut:

1. Diskusi online
Diskusi bertema “Kawasan Tanpa Rokok di Tengah Pandemi Covid-19” pada Mei/Juni 2020.

2. Workshop jurnalisme data bersama AJI Surakarta
Workshop digelar dalam tiga sesi (pertemuan) secara online pada bulan Juni 2020.

3. Menulis dan liputan
Para peserta diajak melakukan liputan sederhana untuk memantau masalah pengendalian rokok di lingkungan masing-masing dengan pendampingan mentor. Peserta diharapkan bisa menghasilkan tiga tulisan selama Mei-Juli 2020.

Peserta tidak dipungut biaya apapun untuk mengikuti program ini. Peserta akan mendapatkan insentif pulsa untuk mengikuti workshop online. Para peserta dengan tulisan-tulisan terbaik selama mengikuti program akan mendapatkan hadiah menarik dari penyelenggara.

Pendaftaran dibuka hingga Minggu 17 Mei 2020 dengan mengisi formulir di link bit.ly/belajarjurnalismeajisolo atau di bawah ini:

Konsultasi Masalah Ketenagakerjaan Pekerja Media di Soloraya

Selama bulan April 2020 kami menerima laporan dari karyawan beberapa perusahaan media yang melakukan rasionalisasi atas nama dampak pandemi Covid-19. Ada perusahaan media yang melakukan pemotongan gaji, ada pula yang melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) sebagian pekerja.

Sebagian anggota AJI Solo juga telah menghadapi persoalan itu. Kami juga sempat memberi bantuan konsultasi untuk pekerja salah satu media.

Tidak ada yang bisa memperkirakan kapan situasi ini akan berakhir. Pandemi Covid-19 belum menunjukkan tanda-tanda berakhir hingga hari ini, sehingga efeknya terhadap para pekerja, khususnya industri media juga berpotensi terus berlangsung.

Kami membuka konsultasi bagi para pekerja media yang mengalami masalah ketenagakerjaan di tengah pandemi ini. Baik berupa pemotongan gaji, tunjangan, atau hak-hak lainnya hingga PHK.

Konsultasi ini akan fokus pada pemetaan kondisi, hak-hak karyawan, dan langkah apa saja yang bisa dilakukan pekerja media untuk mendapatkan haknya.

Silakan mengisi form berikut ini:

bit.ly/PekerjaMediaSolo

Ravio Bebas dengan Status Saksi, Ungkap Segera Peretas, Hentikan Kriminalisasi

Siaran Pers
Koalisi Tolak Kriminalisasi dan Rekayasa Kasus (KATROK)
(Safenet, YLBHI, LBH Jakarta, LBH Pers, KontraS, AMAR, ICW, Lokataru, AJAR, Amnesty International Indonesia, ICJR, PUSAKO)

Setelah 33 jam sejak [22/4] Pukul 21.00 WIB ditangkap dan diperiksa oleh Polda Metro Jaya, Ravio akhirnya dibebaskan pagi ini [24/4] sekitar pukul 08.30 WIB dengan status sebagai saksi.

Bebasnya Ravio tentu atas upaya dan dukungan bersama publik di Indonesia, Ravio dan Tim Pendamping mengucapkan terima kasih atas bantuan, dukungan dan segala upaya bersama untuk menghentikan kasus ini. Gerak cepat bersama menjaga kawan-kawan yang dikriminalisasi sangat terasa dan sangat berarti.

Koalisi Tolak Kriminalisasi dan Rekayasa Kasus (KATROK) mencatat berbagai permasalahan hukum sebagai berikut:
    
1. Tim Penasehat Hukum dipersulit memberikan bantuan hukum. Bahwa setelah penangkapan, tim Penasehat hukum sulit mendapatkan informasi keberadaan Ravio. Saat tim mendatangi Polda Metro Jaya sejak pukul 11.00 WIB [23/4], pihak kepolisian dari berbagai unit  menyangkal Ravio berada di tempat mereka. Baru sekitar pukul 14.00 WIB, Polda Metro Jaya mengakui Ravio ada di Polda setelah melakukan konferensi pers;
2. Koalisi mencatat proses penangkapan dan penggeledahan tidak sesuai prosedur. Saat dilakukan penangkapan dan penggeledahan Polisi tidak mampu memberikan dan menunjukkan surat penangkapan dan penggeledahan, padahal Ravio sudah meminta salinannya. Kediamannya digeledah dan barang bawaan yang tidak terkait dengan tindak pidana yang dituduhkan ikut dibawa seperti buku-buku, handphone temannya, laptop kantor.
3. Pihak penyidik di Sub Direktorat Keamanan Negara (Subdit Kamneg) menyatakan bahwa yang mereka lakukan pada Ravio bukan penangkapan tetapi pengamanan, padahal pengamanan tidak dikenal di dalam hukum acara pidana dan Ravio sudah ditangkap lebih dari 1×24 jam saat itu;
4. Adanya intimidasi kekerasan secara verbal baik pada saat penangkapan dan juga di Polda Metro Jaya khususnya sebelum diperiksa oleh Subdit Kamneg;
5. Status hukum Ravio berubah-ubah. Saat tim kuasa hukum ingin memberikan bantuan hukum, diketahui Ravio sudah menjalani pemeriksaan pada sekitar pukul 03.00 WIB sampai dengan pukul 06.00 WIB tanggal 23 April 2020 sebagai Tersangka dan pukul 10.00 WIB – 17.00 WIB diperiksa kembali sebagai Saksi;
6. Penyidik sempat menginformasikan bahwa surat penahanan sudah disiapkan, padahal statusnya adalah saksi
7. Penyidik mengakses data kontrak kerja dan catatan pengelolaan keuangan pribadi korban yang sebetulnya tidak ada kaitannya dengan dugaan tindak pidana dan penyidik dengan sengaja mengubah kata sandi email tanpa persetujuan Ravio;
8. Pasal yang dituduhkan berubah-ubah dan tidak konsisten. Selama pemeriksaan berlangsung sejak pukul 17.00 WIB sampai selesai pukul 22.00 WIB tanggal 23 April 2020 terjadi perubahan pasal yang tidak konsisten dan sama sekali tidak relevan dengan pemeriksaan. Ravio awalnya dikenakan Pasal 28 ayat 1 UU ITE tentang “berita bohong yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam transaksi elektronik” menjadi Pasal 28 ayat 2 UU ITE tentang “ujaran kebencian atau permusuhan individu dan kelompok masyarakat berdasarkan SARA.” Hal ini diketahui ketika Ravio menantandatangani Berita Acara Pemeriksaan (BAP);
9. Dalam surat penyitaan yang disampaikan Polisi secara tertulis terdapat 4 barang yaitu Macbook Apple, laptop Dell, handphone Samsung seri s10, dan handphone Iphone. Namun di Berita Acara penolakan justru dibuat 6 barang yaitu termasuk pula penyitaan terhadap KTP dan email. Setelah perdebatan 2 hal ini dihapuskan.

Koalisi menduga bahwa diretas dan ditangkapnya Ravio terkait erat dengan kritik-kritik yang sering disampaikan oleh Ravio di media daring atau media sosial. Kritik yang terakhir sering dilancarkan Ravio adalah terkait kinerja dan konflik kepentingan Staf Khusus Presiden dan pengelolaan data korban COVID-19. 

Praktek teror dan represifias ini sangat berbahaya, bukan hanya mengancam Ravio, tapi bisa dikenakan pada siapapun yang kritis dan menyuarakan pendapatnya. Dari serangkaian kejadian di atas, maka Koalisi mendesak agar:

1. Presiden segera bertindak tegas untuk menghentikan tindakan-tindakan teror dan represif kepada warga negara yang kritis;
2. Kepolisian harus bersikap profesional dan menghentikan kasus atau tuduhan terhadap Ravio; dan
3. Kepolisian harus segera menangkap peretas sekaligus penyebar berita bohong melalui akun Whatsapp Ravio. 

Jakarta, 24 April 2020

Narahubung: 
Alghiffari Aqsa
Asep Komaruddin
Ade Wahyudin
Andi Muhammad

Surat Terbuka: Cegah Kerumunan, Hindari Konferensi Pers Tatap Muka

Kepada Yth
Bupati dan Wali Kota Se-Soloraya
di Tempat

Dengan hormat,
Semoga rahmat Allah SWT selalu menyertai kita semua. Organisasi Kesehatan Dunia telah menyatakan COVID-19 sebagai pandemi, dan Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah kasus dan korban jiwa yang terus bertambah.

Di tengah situasi krisis ini, media sangat dibutuhkan untuk memberikan informasi yang akurat dan mendidik publik, selain mengawal penanggulangan krisis. Namun di sisi lain, para wartawan khususnya yang bertugas di lapangan, menjadi sangat rentan terpapar infeksi virus corona baru (SARS-CoV-2) dan bisa menjadi penular ke orang lain, termasuk kepada keluarga.

Dengan latar belakang ini, sebagai organisasi profesi yang bertanggung jawab terhadap kebebasan informasi dan juga keselamatan jurnalis, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) telah menyusun Protokol Keamanan Liputan dan Pemberitaan Covid-19.

Salah satu tujuannya adalah agar wartawan/pekerja media bisa bekerja dengan aman dan selamat di tengah pandemi Covid-19. Di antaranya adalah pakai masker, menjaga jarak 1,5 meter dari orang lain, dan menghindari berdekatan dengan orang yang mengalami gejala flu.

Berkenaan dengan itu, kami meminta semua pihak yang selama ini berhubungan dengan wartawan, khususnya para kepala daerah dan pejabat lainnya, untuk mendukung prinsip tersebut. Dukungan yang kami harapkan adalah sebagai berikut:

1. Tidak melakukan konferensi pers dengan jarak yang berdekatan, baik jarak antara narasumber dengan wartawan maupun antar-wartawan.
2. Mengganti konferensi pers tatap muka langsung dengan metode lain, misalnya melalui video conference atau teleconference. Hal ini bisa dilakukan dengan berbagai aplikasi online, seperti Zoom atau Google Meet.
Metode ini telah dilakukan oleh berbagai pejabat publik di berbagai kota di Indonesia. Salah satu contohnya adalah Kepala Dinas Kesehatan Jateng Bapak Yulianto Prabowo yang telah menggunakan video conference untuk menjawab pertanyaan wartawan.
3. Menyediakan data-data yang dibutuhkan oleh wartawan secara transparan dalam bentuk digital (soft copy) sehingga bisa dibagikan secara cepat tanpa harus bertatap muka.

Demikian imbauan ini kami sampaikan. Besar harapan kami agar semua pihak mendukung protokol keamanan jurnalis tersebut demi bersama-sama mencegah penyebaran Covid-19.

Atas dukungannya, kami sampaikan terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya.

Surakarta, 20 April 2020
Hormat kami,

Pengurus AJI Kota Surakarta

Ketua
Adib Muttaqin Asfar

Sekretaris
Chrisna Chanis Cara

AJI Galang Donasi bagi Jurnalis Terdampak Covid-19

Kasus Covid-19 di Indonesia terus meluas dan sulit diprediksi kapan akan berakhir. Selain tenaga media, jurnalis merupakan profesi yang sangat rentan di masa pandemi ini karena kerap berada di garda depan dalam menjalankan fungsinya memberikan informasi kepada publik dan menjalankan kontrol sosial terhadap pemerintah.

Tak semua jurnalis Indonesia berstatus karyawan, yang ia mendapatkan upah bulanan. Cukup banyak jurnalis yang bukan karyawan, yaitu mereka yang berstatus kontributor, freelance dan semacamnya. Mereka tidak mendapatkan upah bulanan seperti yang berstatus karyawan, tapi sepenuhnya tergantung pada jumlah berita yang dimuat di media.

Di masa pandemi Corona seperti saat ini, cukup banyak jurnalis yang tak memiliki alat perlindungan diri (masker, hand sanitizer dll) yang memadai saat liputan. Ada yang tidak mendapatkan fasilitas tersebut dari perusahaan. Ada juga yang tak memilikinya karena keterbatasan ketiadaan barangnya. Situasi semacam itu tentu sangat membahayakan keselamatannya.

Dengan bekerja di lapangan, jurnalis juga sangat potensial terpapar Corona. Sejak wabah ini berlangsung, sudah ada beberapa laporan soal jurnalis yang diduga terinfeksi karena mewawancarai nara sumber yang belakangan dinyatakan positif Corona. Ada juga yang tak bisa tes dan harus melakukan isolasi mandiri selama 14 hari. Bagi jurnalis berstatus kontributor, isolasi mandiri –apalagi kalau sampai dirawat di rumah sakit– berarti tak ada penghasilan yang bisa didapatkan.

Untuk mendukung para anggota AJI yang jumlahnya 1.800 tersebar di 38 kota, AJI Indonesia menggalang donasi kepada sesama anggota dan juga publik melalui kegiatan bertajuk #SolidaritasKawanAJI.

Hasil penggalangan dana akan digunakan untuk (1) Pengadaan masker dan hand sanitizer, (2) Bantuan dana untuk jurnalis yang menjalani isolasi mandiri, dirawat karena berstasus ODP, PDP, dan positif Covid-19. Salurkan donasi Anda ke BRI Cab Cut Mutiah No Rek : 230-010-020-153-03 a/n Aliansi Jurnalis Independen.

Untuk pendataan, konfirmasi pengiriman donasi (bukti transfer) bisa dilakukan dengan cara:
1. Mengirim pesan melalui WhatsApp ke nomor 0812-8572-252, atau:
2. Mengirim email ke sekretariat@ajiindonesia.or.id dengan subyek “nama” spasi “#SolidaritasKawanAJI”, atau;
3. Mengisi Google Form

Sebagai bentuk pertanggungjawaban, nama donatur dan pemanfaatan dana donasi, akan diupdate secara reguler di website AJI www.aji.or.id, di bawah pengumuman ini. Jika ingin mendapatkan informasi tambahan, silakan kontak Abdul Manan 0818-948-316, Revolusi Riza 0813-3089-0467, Hesthi Murti 0878-8883-9543, Minda 0812-8572-252.

Berapapun donasi Anda, sangat berarti bagi jurnalis anggota AJI berstatus kontributor yang terdampak oleh wabah ini.

Jakarta, 10 April 2020

Abdul Manan, Ketua Umum
Revolusi Riza, Sekretaris Jenderal