Puntung Rokok Berceceran di Jalan Kampung Jebres Solo, Salah Siapa?

Warga Kampung Gendingan RT 013/ RW 014, Jebres, Surakarta, mengklaim mayoritas penduduk setempat tidak merokok. Namun seperti umumnya di tempat lain, puntung rokok mudah ditemukan di titik-titik tertentu.

Ketua RT 13 Gendingan, Numboro Arih, mengungkapkan jumlah perokok di lingkungannya hanya 30%. Dari para perokok aktif tersebut, rata-rata adalah orang dewasa.

Di sisi lain belum ada rencana untuk pembentukan kampung bebas rokok. “Pemerintah Kota saja belum menegaskan wajib secara keseluruhan, jadi saya tidak akan membentuk kampung tersebut. Selagi mematuhi peraturan tidak merokok di tempat umum, saya tidak akan menegurnya,” tuturnya.

“Semoga masyarakat akan baik-baik saja, jaga kesehatan dan mematuhi peraturan yang ada,” tandasnya.

Warga kampung Gendingan memang belum mencanangkan pembentukan kampung bebas rokok, hanya saja terdapat peringatan larangan merokok di tempat umum. Pasalnya tidak ada pembahasan mengenai bahaya terhadap merokok bagi perokok aktif maupun pasif.

Soal puntung rokok yang berceceran, kata Arih, 80% karena ulah driver ojek online yang biasa nongkrong bareng menunggu langganan.

Direktur Yayasan Kakak, Shoim Sahriyati, mengatakan saat melakukan aksi pungut puntung rokok pada akhir 2019 di beberapa Taman Cerdas di Solo, pihaknya menemukan 9.830 puntung dalam waktu 1 jam.

“Meskipun kawasan taman cerdas sebagai pusat anak-anak, ironisnya masih ditemukan banyak penjual rokok, yang merokok, puntung rokok dan asap rokok,” jelasnya dalam webinar Implementasi Kawasan Tanpa Rokok di Masa Pandemi Covid-19, Jumat (95/6/2020). (Fajar Nur Annisa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *